prosa

Tampilkan postingan dengan label prosa. Tampilkan semua postingan. The posts are listed in chronological order. Click the post title to read more.

Jumat, 28 Maret 2014 in

Sang Adam




Sang Adam hanyut dalam aliran lembut air sungai. Tenang dan sepi, hanya ditemani oleh suara malam yang terdengar pedih. Sang Adam hilang ditengah kesepian. Tangan yang seharusnya bisa digenggam oleh sang Adam, tengah pergi berkelana bersama awan dan rintik hujan. Sang Adam kembali bercerita kepada setiap kerikil di bawah air, cerita pilu tentang kesedihannya menanti Hawa kembali. Sang Adam mulai berkelana menyusuri memori. Terus berjalan melewati ribuan memori dengan kaki penuh luka. Lama sudah Sang Adam mencegah letupan emosi di dalam hatinya keluar. Akhirnya Sang Adam kembali bertemu Hawa di romantisme puncak gunung memori. Tangan-tangan lembut Hawa kembali menggenggam Sang Adam. Kebahagiaan menjalar keseluruh tubuh Sang Adam bak api yang disulut di atas daun kering. Adam dan Hawa kembali bersama diantara kerumunan manusia, memori, dan kebahagiaan.

Jumat, 08 November 2013 in

Lelaki Indah




Aku bertemu kamu ketika sebuah keindahan tidak penting lagi. Tapi bagaimana? Kau begitu indahnya sehingga mata dan hatiku selalu mengikuti setiap gerakmu. Aku tidak tahu haruskah aku berkata jujur bahwa aku memperhatikanmu, bahkan hingga setiap helai rambutmu yang terlihat indah saat tertiup angin. Suatu ketika itu, kau menawarkan sebuah perasaan. Begitu indah perasaan itu ketika kau membungkusnya dengan ketulusan dari kata-kata. Ternyata menerima perasaanmu bukan perkara yang mudah. Kamu begitu indah. Bahkan keindahan buih-buih air laut yang ada di pantai berpasir putih pun tidak bisa menandingi senyummu yang selalu diikuti oleh lesung pipi kecil. Aku sempat berfikir untuk pergi, menghilangkan setiap titik kenangan bersama keindahanmu. Tetapi tidak, aku tidak akan bisa. Keindahan dari bahu tegapmu, keindahan dari kecerdasanmu, dan keindahan dari genggaman erat tanganmu, aku tidak bisa meninggalkan itu. Wahai lelaki indah! Aku akan menunggu waktu. Bersabarlah! Di saat waktunya tepat nanti, aku akan berlari kepadamu dan memelukmu erat. Sekarang waktu masih mengurungku. Waktu masih mengancam akan menjatuhkanku ketika aku berkata ya aku mencintaimu.

Kamis, 25 Juli 2013 in

Mimpi Masa Lalu




Malam ini aku memimpikanmu lagi setelah berpuluh-puluh malam aku hidup tanpamu. Tiba-tiba saja di malam gelap tanpa bintang ini kamu datang mengunjungi sepotong kecil mimpiku. Aku bahkan tidak tahu harus menyebutnya mimpi buruk ataukah mimpi yang teramat indah. Kamu adalah sosok indah yang membuat hidupku terasa indah pula di suatu waktu kemarin. Tapi terakhir kali, kamu juga menjadi sebuah mimpi yang teramat buruk bagiku. Di dalam mimpiku, aku tersenyum padamu, kemudian aku memegang tangan kananmu dengan ujung-ujung jemari tangan kiriku. Ujung-ujung jariku merasakan kehangatan dari dalam tubuhmu. Di dalam mimpiku, aku dan kamu tampak baik-baik saja. Indah kah? Atau buruk kah? Mimpi ini palsu. Aku bahkan tidak mengerti apakah mimpiku malam ini adalah sebuah hasrat yang terpendam di dasar otakku atau hanya ingatan sesaat yang tiba-tiba saja muncul. Aku sadar bahwa keindahanmu tidak akan sama lagi. aku ingin kembali menikmati sebuah keindahan, tetapi bukan darimu. Siapa yang mau menikmati keindahan palsu?