Selasa, 10 Juni 2014 in

Seorang Istri




1959
            Pada sebuah pagi yang hangat dengan langit tanpa awan, dia mengajakku berkeliling kota dengan sepeda onthelnya. Aku duduk di bangku belakang dan dia mengayuh sepeda ini untukku. Mengintip wajahnya malu-malu, sungguh indah pagi ini. Kota Yogyakarta yang indah pun tampak seperti surga, karena aku bersama lelaki ini.
            Wajahnya tersipu, sama sepertiku. Gaya malu-malu ala tahun 50-an, begitulah cinta kami. Kami berhenti di pusat kota Yogyakarta. Di sebuah tempat yang indah dengan banyak bangunan Belanda dan air mancur besar yang ada di tengah jalan. Dia masih tersipu, aku juga. Aku bahagia, tapi rasa maluku lebih kuat. Aku yang biasa banyak bicara pun bisa seketika diam tersipu ketika bersamanya.
            “Gimana kotaku?”tanyanya.
            “Indah, mas,”jawabku.
            “Kamu suka?”
            Aku mengangguk. Aku memang berasal dari Semarang. Aku dan keluargaku baru saja pindah ke Yogyakarta 3 bulan yang lalu. Pria ini, Sumarno, adalah teman kuliah masku. Dia adalah lelaki yang begitu baik dan pintar. Aku terpesona dengannya ketika melihat dia sedang belajar bersama masku di rumah. Lelaki ini begitu mengagumkan. Siapa yang menyangka dia juga tertarik kepadaku. Ketika dia mengucapkan kata cintanya di bawah sinar rembulan, sudah tidak ada lagi alasan bagiku untuk menolak perasaannya.
***
1962
            Setelah menikmati masa pacaran yang cukup lama, akhirnya kami memutuskan untuk menikah. Mas Marno sekarang sudah bekerja di kantor pemerintah, menjadi staf ahli. Gajinya lumayan untuk hidup keluarga baru kami. Tidak lama setelah menikah, kami pindah ke rumah kami sendiri, tidak terlalu luas tetapi nyaman untuk kami tinggali.
            Sore itu aku dan Mas Marno berjalan-jalan, melewati persawahan di dekat rumah kami. Wajahnya terlihat sangat bahagia. Sepanjang jalan dia terus saja tersenyum. Wajahnya begitu cerah, menandingi matahari sore kala itu.
            “Kenapa, mas? Kok senyam-senyum?”tanyaku.
            “Ya soalnya seneng lah, dek,”jawab Mas Marno.
            “Iya, seneng ya, mas. Akhirnya kita menikah juga.”
            “Walah, opo meneh aku. Nikah sama kembang kampus jhe.”
            “Napa ta, mas? Siapa yang kembang kampus? Aku?”
            “Ya kamu lah, dek. Wedhok paling ayu sak jagad, mosok dudu kembang kampus?
            Aku tersenyum geli sekaligus bahagia mendengar gombalan suamiku. Dia memelukku dan mencium keningku. Ternyata seperti ini menikah? Sangat bahagia. Menikmati hari bersama suami, bercanda, bermesraan, dan bertukar pikiran. Indah ternyata.
***
1966
            Sore itu suamiku, Mas Marno, pulang dengan wajah yang terlihat lebih lelah daripada biasanya. Salam yang dia ucapkan ketika masuk ke rumah juga terdengar lirih, terdengar begitu lelah. Dia melewati dapur tempatku membuatkan teh hangat untuknya dan langsung pergi ke belakang rumah, tempatnya melakukan hobi mengotak-atik barang. Tumben, pikirku.
            Aku meletakkan teh hangat di meja depan, tempat kami biasa duduk-duduk santai setiap sore. Aku menunggu suamiku sambil membaca koran. Setelah beberapa saat, suamiku muncul dan duduk di sampingku. Dia menyeruput tehnya, dia terlihat sedang berfikir.
            “Ada apa tho, mas? Lagi ada masalah di kantor?”tanyaku.
            “Enggak kok, dek. Masalah apa? Kantorku kan damai, nggak pernah ada masalah. Ya tho?”jawabnya sedikit bercanda.
            Terdapat senyum kecil di wajahnya, tapi aku melihat pula kekhawatiran di sana. Aku ikut khawatir melihat suamiku yang tidak mau menceritakan masalahnya kepadaku. Aku yakin dia tidak selingkuh ataupun melirik wanita lain, tapi pasti ada sesuatu yang serius. Kuhormati rahasia suamiku itu dan kami mulai mengobrol santai seperti biasanya.
            Menjelang petang, ada suara ketukan pintu yang terkengar kasar. Dua orang berbadan besar dan terlihat seperti preman, datang ke rumah kami. Suamiku keluar menemui mereka dan menanyakan kepentingan mereka datang ke rumah kami. Aku hanya bisa mencuri dengar percakapan mereka dari dalam rumah.
            “Di mana surat itu?”tanya salah satu dari kedua pria itu kasar.
            “Saya nggak tahu, pak. Kenapa anda menanyakan keberadaan surat yang begitu penting kepada saya?”jawab suamiku.
            “Pembohong! Cepat berikan kepada kami!”
            “Betul, pak.”
            “Halah! Langsung geledah saja rumah ini!”
            Kemudian terdengar bunyi kursi, meja, asbak, dan lukisan yang dilempar kasar, diobrak-abrik begitu saja oleh kedua preman itu. Suamiku berusaha menghalangi mereka, tapi kemudian suara tembakan terdengar begitu pedih di telinga dan hatiku. Aku membuka tirai pembatas dan melihat kekacauan yang dibuat kedua preman itu. Suamiku terkapar di lantai penuh darah. Aku berlari menuju suamiku yang sekarat.
            “Dek, jaga anak-anak,”katanya lirih dan lemas.
            Dia kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat dan matanya pun terpejam. Terdapat senyum tipis di wajahnya, tapi itu bukan senyum yang biasanya, itu adalah sebuah senyuman terakhir. Aku terduduk lemas di samping tubuh kosong suamiku, kosong tanpa jiwa. Kedua preman itu mengobrak-abrik seluruh rumahku, mencari sesuatu yang entah itu apa. Aku tidak peduli dengan mereka. Suamiku mati, mati di depanku.
***
1969
            Sudah tiga tahun setelah kematian suamiku. Anak-anakku sudah mulai besar. Anak pertamaku, Yanto, sekarang sudah masuk SD. Aku pun sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus, sekiranya cukup untuk membiayai hidupku dan kedua anakku. Anak keduaku, Supri, sebentar lagi juga akan masuk sekolah. Aku berusaha menjaga amanah dari suamiku. Aku berusaha membesarkan kedua anakku dengan baik. Semoga mereka benar-benar menjadi anak yang baik dan membanggakan aku serta Mas Marno yang sudah ada di surga.
            Sudah tiga tahun setelah kematian suamiku, tetapi hatiku belum berubah. Aku masih sangat mencintainya dan merindukan keberadaannya. Terkadang, suaranya masih terdengar lirih di telingaku. Entah itu benar suara mas Marno atau hanya suara ingatanku kepadanya. Kerinduanku kepada suami tercinta tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata. Aku terlalu mencintai dan merindukan suamiku yang mati dibunuh.
            Sepulang dari kantor pada hari itu, aku begitu merindukannya, merindukan suamiku. Aku pergi ke belakang rumah, tempat di mana dia dulu sering melakukan hobinya. Aku ingin mengenangnya, aku tidak ingin rasa rindu ini hilang begitu saja. Bagiku, ketika ingatan tentang Mas Marno hilang, dia juga akan benar-benar hilang dari dunia ini. Aku tidak mungkin rela Mas Marno dilupakan begitu saja, setidaknya aku masih ingat dan begitu mencintainya.
Ruangan itu berdebu, memang sudah lama aku tidak memasuki ruangan itu. Di meja panjang yang ada di tengah ruangan, terdapat radio yang belum selesai diperbaiki dan beberapa benda-benda kecil lainnya. Aku mengamati benda-benda itu dan tersenyum kecil. Mas Marno, dia belum selesai mengotak-atik radio kesayangannya ternyata.
Aku menyeret sebuah kursi. Awalnya aku ingin duduk dan mengamati radio kesayangan suamiku ini, tetapi kursi yang ku seret sedikit aneh. Terdapat suara gemeletak dari dalam kursi. Aku memeriksa kursi itu dan menemukan sebuah laci rahasia. Di dalam laci itu terdapat barang-barang penting seperti cicin pernikahan kami, sebuah medali, dan dua amplop surat. Amplop yang satu berwarna coklat dan yg lain berwarna putih. Diatas amplop putih, terdapat namaku yang tertulis jelas. Aku membuka amplop itu dan mulai membacanya dari awal.
Istri tercintaku,
            Maaf aku harus pergi duluan ke akhirat. Aku tahu, sebentar lagi akan ada antek-antek Soeharto yang datang mencariku. Aku tidak bisa jamin aku akan tetap hidup setelah mereka datang. Untuk itu aku menulis surat ini, surat khusus untukmu, dek. Maafkan suamimu yang tidak becus ini. Aku sangat mencintaimu dan anak-anak kita, tapi ini pengabdianku untuk bangsa Indonesia, tempat di mana istri tercinta dan anak-anakku hidup.
            Dek, di amplop coklat itu ada sebuah surat. Jaga surat itu baik-baik. Itu adalah naskah asli surat perintah 11 Maret. Jangan sampai surat itu jatuh ke tangan Soeharto atau antek-anteknya. Surat itu adalah sejarah bangsa ini. Nantinya, rakyat Indonesia harus tahu mengenai surat perintah 11 Maret yang asli. Ketika waktunya tepat, sampaikan surat itu kepada dunia! Aku tahu kamu, dek. Aku tidak hanya menikahi seorang wanita yang cantik, tetapi wanita yang aku nikahi ini juga seorang wanita yang begitu pintar. Jangan bahayakan dirimu, tunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan surat ini kepada masyarakat luas.
            Dek, maafkan aku. Kamu harus menjaga kedua anak kita sendirian. Tapi ini sudah takdir bagi kita. Aku sangat mencintaimu, aku yakin kematian juga tidak akan menghilangkan rasa cintaku kepadamu. Sekian, sampaikan rasa cintaku kepada anak-anak dan tolong ceritakan tentangku kepada Supri. Katakan maafku kepadanya karena bapaknya ini harus meninggal ketika dia masih kecil dan belum bisa mengingat apapun tentangku. Sampaikan juga rasa banggaku kepada Yanto, bapak begitu bangga melihatmu yang pintar menggambar dan begitu menyayangi adiknya. Dek, kamu tidak perlu ragu tentang rasa cintaku kepadamu dan keluarga kita. Aku minta tolong kepadamu, jaga naskah asli surat perintah 11 Maret itu. Jangan buat aku mati sia-sia. Aku mencintamu.
                                                                                                            Suamimu,
                                                                                                            Sumarno
***
1982
            Sudah 16 tahun aku menjanda. Tidak pernah sekalipun terfikir olehku untuk menikah lagi. Bagi Mas Marno, kematian adalah bentuk pengabdiannya kepada negara. Bagiku, ini adalah bentuk pengabdianku kepada Mas Marno. Aku mengabdikan hidup dan cintaku hanya untuknya.
            Anak-anakku sudah mulai besar. Yanto sedang belajar arsitektur di sebuah universitas ternama di Yogyakarta. Supri sebentar lagi juga akan kuliah. Katanya, dia ingin belajar sejarah. Dia sangat suka sejarah karena aku yang selalu menceritakan sejarah serta bapaknya yang juga merupakan pelaku sejarah, seperti apa yang diamanahkan Mas Marno kepadaku.
            Aku tidak pernah menyuruh mereka belajar ini atau itu, mereka memilih jalannya sendiri. Syukurlah, jalan yang mereka pilih adalah jalan yang baik dan membanggakanku. Tak kusangka anak keduaku ingin menjadi seorang sejarahwan. Semoga nantinya dia menjadi seorang sejarawan yang berpengaruh, supaya aku bisa mewariskan surat itu kepadanya, naskah asli surat perintah 11 Maret.

            Sungguh aku tidak ingin membebani anak-anakku, tetapi harapan ini tiba-tiba berkembang begitu besar. Kata-kata Supri ketika mengungkapkan niatannya mempelajari sejarah seperti pupuk yang membuat harapanku tumbuh dengan cepat. Sebuah tanggung jawab besar untuk menyampaikan sebuah rahasia terpendam negara ini akan kuserahkan kepada anak keduaku ini. Setiap hari aku berdoa demi kesuksesan anak-anakku. Ketika kesuksesan itu dikabulkan oleh Allah, maka akan kuserahkan amanah besar ini dan aku bisa mati menyusul mas Marno dengan tenang.

Jumat, 28 Maret 2014 in

Sang Adam




Sang Adam hanyut dalam aliran lembut air sungai. Tenang dan sepi, hanya ditemani oleh suara malam yang terdengar pedih. Sang Adam hilang ditengah kesepian. Tangan yang seharusnya bisa digenggam oleh sang Adam, tengah pergi berkelana bersama awan dan rintik hujan. Sang Adam kembali bercerita kepada setiap kerikil di bawah air, cerita pilu tentang kesedihannya menanti Hawa kembali. Sang Adam mulai berkelana menyusuri memori. Terus berjalan melewati ribuan memori dengan kaki penuh luka. Lama sudah Sang Adam mencegah letupan emosi di dalam hatinya keluar. Akhirnya Sang Adam kembali bertemu Hawa di romantisme puncak gunung memori. Tangan-tangan lembut Hawa kembali menggenggam Sang Adam. Kebahagiaan menjalar keseluruh tubuh Sang Adam bak api yang disulut di atas daun kering. Adam dan Hawa kembali bersama diantara kerumunan manusia, memori, dan kebahagiaan.

Jumat, 08 November 2013 in

Lelaki Indah




Aku bertemu kamu ketika sebuah keindahan tidak penting lagi. Tapi bagaimana? Kau begitu indahnya sehingga mata dan hatiku selalu mengikuti setiap gerakmu. Aku tidak tahu haruskah aku berkata jujur bahwa aku memperhatikanmu, bahkan hingga setiap helai rambutmu yang terlihat indah saat tertiup angin. Suatu ketika itu, kau menawarkan sebuah perasaan. Begitu indah perasaan itu ketika kau membungkusnya dengan ketulusan dari kata-kata. Ternyata menerima perasaanmu bukan perkara yang mudah. Kamu begitu indah. Bahkan keindahan buih-buih air laut yang ada di pantai berpasir putih pun tidak bisa menandingi senyummu yang selalu diikuti oleh lesung pipi kecil. Aku sempat berfikir untuk pergi, menghilangkan setiap titik kenangan bersama keindahanmu. Tetapi tidak, aku tidak akan bisa. Keindahan dari bahu tegapmu, keindahan dari kecerdasanmu, dan keindahan dari genggaman erat tanganmu, aku tidak bisa meninggalkan itu. Wahai lelaki indah! Aku akan menunggu waktu. Bersabarlah! Di saat waktunya tepat nanti, aku akan berlari kepadamu dan memelukmu erat. Sekarang waktu masih mengurungku. Waktu masih mengancam akan menjatuhkanku ketika aku berkata ya aku mencintaimu.

Kamis, 25 Juli 2013 in

Mimpi Masa Lalu




Malam ini aku memimpikanmu lagi setelah berpuluh-puluh malam aku hidup tanpamu. Tiba-tiba saja di malam gelap tanpa bintang ini kamu datang mengunjungi sepotong kecil mimpiku. Aku bahkan tidak tahu harus menyebutnya mimpi buruk ataukah mimpi yang teramat indah. Kamu adalah sosok indah yang membuat hidupku terasa indah pula di suatu waktu kemarin. Tapi terakhir kali, kamu juga menjadi sebuah mimpi yang teramat buruk bagiku. Di dalam mimpiku, aku tersenyum padamu, kemudian aku memegang tangan kananmu dengan ujung-ujung jemari tangan kiriku. Ujung-ujung jariku merasakan kehangatan dari dalam tubuhmu. Di dalam mimpiku, aku dan kamu tampak baik-baik saja. Indah kah? Atau buruk kah? Mimpi ini palsu. Aku bahkan tidak mengerti apakah mimpiku malam ini adalah sebuah hasrat yang terpendam di dasar otakku atau hanya ingatan sesaat yang tiba-tiba saja muncul. Aku sadar bahwa keindahanmu tidak akan sama lagi. aku ingin kembali menikmati sebuah keindahan, tetapi bukan darimu. Siapa yang mau menikmati keindahan palsu?

Minggu, 06 Januari 2013 in

Roleplay World : Dunia Lain yang Ada di Dekat Dunia Kita

Hai everyone!

Udah lama, lama banget sih tepatnya nggak pernah ngepost sesuatu di blog. Sekarang, aku mau cerita sedikit tentang roleplay world. Nggak banyak sih sebenernya yang tau tentang roleplay world ini, tapi dunia ini benar-benar ada. Ini kali ya yang disebut dunia lain karena roleplay world emang beda banget sama dunia kita. Susah dimengerti orang awam.

Aku adalah seorang roleplayer atau orang yang bermain di roleplay world. Awalnya tertarik untuk ikutan main roleplay adalah karena iseng saja, tapi lama-lama roleplay menarik juga ya dan banyak hal yang bisa aku pelajari dari sini. Roleplay world sendiri adalah dunia di mana kita menjadi orang lain, biasanya sih artis. Di roleplay world kita bisa jadi siapapun yang kita mau, misalnya kamu ngefans sama Bisma Karisma ni, kamu bisa jadi roleplaynya Bisma Karisma. Kamu bisa rasain jadi seperti artis kesukaan kamu dan seperti berteman dengan artis-artis lain yang tentunya roleplayer juga. Roleplay biasanya ada di jejaring sosial. Roleplay ada di Facebook, Twitter, BBM, tumblr, dan lain-lain.

Roleplay ini nggak cuma di Indonesia, bahkan hampir di seluruh dunia ada. Ada juga yang disebut roleplay international yang isinya orang-orang dari seluruh dunia dan semua diwajibkan berbahasa Inggris tentunya. Di Indonesia sendiri baru sedikit orang yang tahu roleplay world, tapi di luar negeri sudah banyak yang tahu tentang roleplay world. Di luar negeri roleplayer dianggap sebagai orang yang freak. Nggak bisa disalahin juga sih, memang sebenernya agak aneh kita berperan menjadi orang lain dengan tujuan yang kebanyakan tidak terlalu penting.

Banyak dari roleplayer yang selama ini aku temui menjadi roleplayer karena tidak puas dengan real worldnya. Roleplay world memang membuat kita merasa mempunyai banyak teman, bebas melakukan apapun, bisa melampiaskan kemarahan, bahkan kadang ada konflik-konflik yang terlihat nyata. Seseorang yang tidak bisa berinteraksi di real worldnya biasanya akan senang ketika dia bisa berinteraksi dengan banyak orang seperti itu dan merasakan konflik-konflik yang menarik walaupun semua itu hanya ada di dunia maya. Banyak roleplayer yang di real worldnya adalah orang-orang yang mempunyai masalah sosial dan ada beberapa yang sakit-sakitan sehingga tidak bisa banyak berinterasi dengan lingkungan secara sempurna.


Eh, tapi tunggu dulu. Nggak selamanya roleplay world itu aneh. Setelah 1 tahun ini bermain roleplay, aku sudah bisa memilah-milah mana roleplayer yang freak dan mana roleplayer yang cool. Nggak sedikit lho roleplayer Indonesia yang keren-keren dan asik diajak temenan. Ada juga anak gaul yang entah kenapa ikutan main roleplay juga. Cara buat bedainnya gampang kok, kalo udah beberapa waktu main roleplay pasti bisa bedain hanya dari tulisan-tulisannya.

Gara-gara roleplay aku sekarang punya banyak teman di seluruh Indonesia. Sebagai orang sosial itu sangat bermanfaat, karena otomatis kita bisa tahu karakteristik daerah lain melalui percakapanku dengan teman-teman roleplayer yang ada di daerah lain. Karena bermain roleplay kita jadi punya lebih banyak teman sharing, otomatis ilmu yang kita dapat lebih banyak, tapi tentunya harus di saring juga, ilmu-ilmu yang buruk jangan dipraktekan. Di  roleplay world kita bisa belajar bahasa inggris juga lho, coba saja sesekali ngobrol sama roleplayer international atau ngobrol sama roleplayer yang memang menggunakan bahasa inggris. sebenarnya nggak cuma bahasa inggris, semua bahasa juga bisa asalkan ketemu sama orang yang bisa juga ngomong bahasa itu. Informasi di roleplay world juga update banget. Misalnya mau ada konser di Indonesia, mereka sudah tau walau itu baru rumor saja. Nggak cuma konser, bencana alam juga sama updatenya. Kadang mereka yang di daerahnya kena bencana justru update di akun roleplay mereka terlebih dahulu. Di roleplay world kita juga belajar tentang toleransi, kita melakukan toleransi terhadap orang-orang yang mempunyai pemikiran berbeda di sana, syukur-syukur bisa ngasih masukan juga. Roleplay world itu nggak selamanya freak, asal kita bisa bersikap, kita bisa kok bikin roleplay world itu cool. Kadang memang pada awal join di roleplay world kita keasikan, tapi itu tergantung kita menyikapinya, kalau kita keasikan di roleplay world dan sampai lupa dengan real world kita, itu mungkin kita jadi freak, kalau kita tetep seimbangin roleplay world dan real world itu mungkin akan jadi cool.


Saran buat yang mau jadi roleplayer atau sudah menjadi roleplayer sih jangan pakai hati ya mainnya. Dunia maya adalah dunia yang tidak pasti dan roleplay world ada di dunia maya, jangan sampai lupa itu! Jangan sampai udah keburu suka sama cewek yang di roleplay world ngerole jadi artis yang cantik, eh ternyata jelek. Contohnya gini nih.


Banyak banget yang tertipu seperti itu. Nggak cuma itu, sering kali cewek-cewek yang ngefans berat sama salah satu artis dan ketemu sama roleplayer artis kesukaannya itu langsung suka banget sama roleplayernya. jangan tertipu, belum tentu dia roleplayer artis cowok dan realnya juga cowok. Sering sekali ada yang namanya transgender, hati-hati! Jangan sampai jadi lesbian atau homo cuma gara-gara roleplay. makannya jangan pakai hati.


Ya, walaupun ada juga yang ngerole cowok ganteng/cewek cantik dan realnya adalah benar-benar cowok ganteng/cewek cantik sih, tapi itu langka. Jangan pakai hati yang jelas kalo baru ngeroleplay. Itu aja sih pengertian singkat dan tips tentang roleplay world. Semoga berguna ya untuk roleplayer atau calon roleplayer. Ingat, kamu harus pintar bersikap agar menjadi cool roleplayer! Jangan terlalu mendalami roleplaymu ya, jangan sampai menganggap roleplay worldmu sebagai real world kamu. Roleplay itu untuk sampingan saja, hanya untuk hiburan, bukan kegiatan utama. Jangan pakai hati ya, mau emang di-php sama roleplay world? ih, amit-amit jabang bayi deh. Sekian, terimakasih sudah membaca. Bye!

Selasa, 18 Januari 2011

New Face of NAMCHE

hai semua, apa kabar? aku sekarang udah SMA loh, hebat ya :D nah, ini dia, aku masuk SMA N 6 Yogyakarta. gini ni bentuknya


Jelas? jelas gak jelas, lanjut. ........
di namche ini, gue bareng sama ratusan temen gue jadi new face in NAMCHE. kita murid baru getoooooh. kebetulan ni gue masuk kelas X7, eh dapetnya absen 7. keren ya? keren dong. makasih loh :D  nah ini ke 30 anak kelas gue.

1.  Agni Aji Wicaksana


AJI/SRONGGOT cah piyungan. kurang banyak diskripsi yang dapat saya bagikan kepada anda tentang sronggot (ceilah)


2.  Ahmad Yassin


YASSIN anak alim, tapi jangan salah, waktu buber dia pake kaos outsider loh. sangar!


3.  Alia Nurul Desnajati


ALIA/WEDUS anak bantul asli. logatnya masih bantul asli. jangan salah, bawaannya bb loh :O . maaf gue sendiri blm tau dia cowo apa cewek. sedikit random tentang itu.


4.  Alisa Ashari


LISA pernah mau dipanggil munyok tapi gak mau. yowis. dia dulunya anak bogor loh.


5.  Andita Nariswari


NANA pacarnya jeje. jeje pacarnya nana. selesai :D


6.  Anis Ulfa Asmaryani


ULFA is dangerous if pelajaran kimia started. dia suka galau kalo pelajaran kimia. camkan itu :O

7.  Anisa Rahayu Nur Rochmah


NISA/SAPI anak bantul gahol. :P dia cantik banget lho, gilak gilak gilak. itu gue hahaha


8.  Bayu Primardiyatno


BAYU/BENTHET . just one word for bayu, CACAT. eh tapi kalo baru ulangan baek kok. suka ngasih contekan :D tapi ati-ati ya, kalo ngutang, susah dipaksa bayarnya :O


9.  Dania Paraminta Aryuni


DANIA pernah ikutan kontes-kontes nyanyi loh, dia anak kalasan


10. Della Yuninta Prameswari


DELLA/HONGKONG GIRL satu-satunya blasteran cina indonesia di kelas gue. putih banget, iri :O


11. Desiana Lolita sari


ANA cewek galau kelas X7. tapi dia punya cowok lho, namanya Lukas, anak SMADA. ini adalah keajaiban dunia yang ke 9.


12. Dimas Ghani Harsono Putra


DIMAS/SINGO anak 4 pakem satu-satunya di X7. singo itu hitam. singo itu besar. dan singo itu takut difoto.


13. Fathonah Erna Widyawati


ERMA anak kalasan. jangan lihat dari muka atau apa, tapi dari otak. pinter? gak juga (V)


14. Febiola Yulentin Rafles


FEBI keturunan jogja sama mana gitu, lupa maap. enak banget kalo diajak cerita. yuk temenan sama febi~


15. Genio Vebrin Ramadhan Gemilang


JEJE pacarnya nana. nana pacarnya jeje. waktu jeje nembak nana, dia malah smsan sama gue ejek-ejekan orang tua. -_- selesai


16. Haidar Ramzy Maha


RAMZY/SI BOS . ramzy tu ketua kelas X7. orang paling baik-baik di X7, bahkan lebih baik-baik daripada Yassin


17. Han Junio Hanan Prabangkoro


HANAN/HANJUN jangan salah sama namanya. dia bukan orang korea. oke?

18. Maylana Ayu Arista


LANA/MAUL ini ni temen curhat gue. suka banget ngosip. namanya aja mak-ul pasti kerjakannya ngosip kayak emak-emak :P


19. Mila Ghani Kurniawati


MILA/MIMIN anak jenius di X7, nilai pasti tertinggi, rangking juga 1. (hate it :'( ) dia pindahan dari palembang loh


20. Muhammad Adri Waskito


ADRI/BENDRAT fotonya sok keren ya? ah tapi biarinlah :P bendrat itu anak prambanan. bapaknya dosen UGM fakultas Geografi. fakultas impian gue. :D


21. Nabila Tia Delita


BELA/BEBEL/MIKROFON/BONCEL/BCL banyak ya? ah cuma anak cacat yg punya banyak panggilan (damai lho bel) :P boncel dulu anak SMP 5 loh, gilak gak? knp dia dipanggil boncel? yap, soalnya dia pendek banget :P


22. Nanda Kusumasari


NANDA anak godean. dulu dr SMP 8, anak olim SMPnya tuh dulu.


23. Nurul Aini


NURUL/TEJO AINI suaranya sebagus terompet tahun baru. sukanya pake topi pramuka kayak gitu tuh.


24. Rr. Swastati Dipta


TITA/TITUT temen GO gue sama ramzy, dulu gue musuhan loh sama tita, eh sekarang temenan. ini orang yang paling sering gue datengin rumahnya haha


25. Reicaesa Paninditya


SESA/BABI orang concat, yang punya Hotel Kusuma. rumahnya di hotel. nongkrongnya di hotel. manasin motor di hotel. ngaca juga di hotel. pokoknya serba hotel. asek ya.


26. Rinda Ranasari


RINDA dulu anak SMP depok 1.


27. Rio Luwinardo Hutapea


RIO/BOKEP anak seturan. dulu anak SMP 1 Jogja. tapi bokep sekarang udah pindah dari namche ke SMK 6 Yogyakarta. udah balik lagi aja ke namche, sekarang namche asik loh (menghasut)


28. Riza Ramonza


CEPOT/KAWER/RIZA/RAMON udah gue bilang, yang punya panggilan banyak tu orangnya agak cacat. haha. cepot itu anaknya pak sum yang ternyata pak sumku lebih bagus loh :P


29. Safiera Dhea


FIRA ngefans banget sama hal-hal yang berbau Korea, apalagi sama yang namanya Super Junior sama drama korea.


30. Tiara Shaf Fitri


TIARA pindahan dari Jayapura. biasanya absen di kelas-kelas lain itu diahiri dengan huruf Y atau Z, tapi kelas gue diahiri sama huruf T, ya si Tiara ini. rumahnya di ambarukmo. kalo ke sekolah pake motor cowok, keliatan lebih macho dari singo :D


ya, sekian dulu, ini ni ke 30 anak kelas X7'13. kelas X7, kelas paling kompak, paling asik, paling nyenengin, paling lucu, paling unik, satu-satunya kelas di dunia yang masuk The Guinness Book of Records (enggak ndeng) . makasih buat pembaca yang udah baca postingan ini and stay cool mamen ☣

Sabtu, 15 Mei 2010

History of Aminah

Pagi itu, ya seperti biasanya. Anak-anak SMP kelas 7, seperti pada umumnya, baru seneng-senengnya sekolah. Terjadi perbincangan yang gag banget antara beberapa anak. Mereka adalah Manda, Palid, Muthia, dan Nisa.
“Maen yuk!”ajak Manda dengan polos.
“Maen apaan?”Tanya Palid dengan polos pula, maklum lah, ceritanya kan masih kelas 7
“Aminah.”jawab Manda
“Apaan tuh? Aneh bener.” Kata Muthia
“Yang penting kan maen. Caranya gimana man?” kata Nisa penasaran
Setelah itu, kami mulai mengenal permainan ini. Tepuk yang aneh, dengan lagu karangan sendiri yang unik. Terdapat dua jenis tepuk disini. Tepuk yang pertama adalah tos bersama lawan main dengan tangan kanan terbalik dan tangan kiri menengadah, lalu tos bersama lawan main dengan langan kanan menengadah dan tangan kiri terbalik, selanjutnya tepuk tangan dua kali. Tepuk yang kedua hampir sama dengan tepuk yang pertama , yaitu tos bersama lawan main dengan tangan kanan terbalik dan tangan kiri menengadah, lalu tos bersama lawan main dengan tangan kanan menengadah dan tangan kiri terbalik, selanjutnya tos sekali. Mungkin kalian bisa membuat tepuk yang sama persis dengan tepuk aminah ini. Sangat mudah melakukan itu walaupun sayabelum menceritakan tepuk ini kepada kalian. Ya, karena di tepuk aminah kami tidak melakukan tepuk dengan kayang ataupun terjun ke jurang. Gag ekstrim-ekstrim banget lah.
Selain tepuk, permainan aminah ini juga ada lagunya lho. Kan gag lucu kalo permainan aminah Cuma tepuk doang. Bisa dikira dongo tuh kalo tepuk tangan sendiri. Lagu ini yang buat gag tau siapa, kayaknya sih Manda. Lagu buat permainan aminah ini dibagi menjadi tiga part untuk dua jenis tepuk yang di paragraph sebelumnya sudah saya jelaskan.
Part 1 :
“Aminah, mega sari, mega beti, is death”

Part 2 :
“Aminah megasari mega beti is death”
Part 3 :
“Aminah, beli buku, buku gambar, gambar jeruk, jeruk manis, manis gula, gula jawa, jawa tengah, tengah laut, laut biru, biru hati, hati ayam, ayam jago, jago tinju”
Pada part 1, menggunakan tepuk yang pertama. Part 2 menggunakan tepuk yang kedua. Part 3 juga menggunakan tepuk yang kedua tapi lebih cepat dari tepuk kedua pada part 2. Pada kata tinju pada part 3, kita juga harus meninju lawan(boleh kena boleh gag, asal jangan sampe mati).
Sampai saat ini permainan aminah telah kami sebar luaskan ke beberapa kalangan. Beberapa saat lalu kami ajarkan permainan ini kepada dua teman kami, Izal dan Gilang. Susah banget ngajarinnya. Tapi kami maklumlah, orangnya agak lola deh kayaknya (ampun mas!!). Anggota baru d’Onnyo, Winda, juga telah kami ajarkan tetapi juga belum lancar. Dan saya juga telah mengajarkan kepada teman saya, Tita. Dia sekarang sudah mahir. Pelatih saya juga memuji permainan aminah ini. “Wah, main kayak gini bisa ngelatih ketangkasan ya?” itulah pujian dari Sabeum Rivani, pelatih saya.
Demikian sedikit cerita tentang permainan aminah. Semoga dapat membantu anda semua untuk belajar bermain aminah dan menyebar luaskannnya, walaupun saya akui ini sangat tidak penting.

-tamat-




Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Mungkin ada beberapa kisah yang benar-benar terjadi, tetapi ada juga beberapa yang hanyalah fiktif belaka. Tujuan kami hanyalah ingin lebih mempopulerkan permainan tradisional d’Onnyo, Aminah, kepada halayak luas. Apabila cerita ini kurang berkenan di hati pembaca, kami selaku anggota dari d’Onnyo mohon maaf yang sebesar-besarnya.